Sri Mulyani Beberkan Tantangan Ekonomi Global pada 2018
Sri Mulyani saat memberi arahan dalam Rapat Kerja Nasional Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (10/1). Menurut Sri Mulyani, naiknya pertumbuhan China memberikan dampak positif terhadap perekonomian dunia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, meski ekonomi global disebut akan lebih di tahun depan, ada sejumlah hal yang harus menjadi perhatian.
"Perekonomian global, walaupun selama ini sudah disampaikan outlook 2018 akan lebih baik, namun masih terbayang beberapa risiko yang perlu diwaspadai. Juga perubahan-perubahan yang cukup fundamental," ujar dia di Jakarta, Senin 18 Desember 2017.
Hal pertama yang harus diwaspadai, lanjut Sri Mulyani, yaitu pemulihan ekonomi yang masih dibayangi oleh ketidakpastian. Kedua, restrukturisasi ekonomi di China yang berpotensi memengaruhi perekonomian global.
"Pertama, pemulihan ekonomi itu sendiri yang selama ini masih dibayangi ketidakpastian. Kedua, restrukturisasi perekonomian di China yang sekarang terus menghadapi trade off antara stabilitas dan kontinuitas atau sustainability dengan kemampuan mereka adjust di dalam komposisi pertumbuhan ekonomi. Balancing yang dilakukan Tiongkok akan memengaruhi seluruh dunia," jelas dia.
Ketiga, kebijakan ekonomi di Amerika Serikat (AS), terkait dengan pengumuman pengganti Janet Yellen dan arah kebijakan Federal Reserve ke depan.
"Meski selama ini komunikasi sudah cukup baik, dengan kepemimpinan yang baru tentu akan membawa juga beberapa perubahan pada cara komunikasi dan arahnya sendiri," kata dia.
Selain itu, ucap Sri Mulyani, saat ini Amerika Serikat (AS) juga akan mengeluarkan kebijakan pajak baru. Hal ini dinilai cukup signifikan mengubah tarif pajak maupun insentif bagi pengusaha di Negeri Paman Sam.
"Secara internasional, perlu melihat arah kebijakan perpajakan di AS. Di Eropa, walaupun sudah menunjukkan tanda pemulihan, secara politik jauh dari stabil. Kalau lihat di Jerman yang diasumsikan sebagai daerah paling stabil, belum mampu membentuk pemerintahan baru setelah pemilu. Proses Brexit yang sudah terjadi. Amerika, Eropa, dan China yang harus diperhatikan," tandas dia.
Pertumbuhan ekonomi global diperkirakan membaik pada 2018. Hal itu didukung dengan membaiknya perdagangan global dan kebijakan fiskal Amerika Serikat (AS). Mengutip data Schroders , Sabtu, (6/1/2018), pertumbuhan global direvisi naik menjadi 3,3 persen pada 2018. Kemudian melemah ke 3 persen pada 2019. Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan 3 persen pada 2017 dan 2018. Schroders menyatakan, pertumbuhan ekonomi global itu tertinggi sejak 2011. Hal tersebut didukung dari membaiknya perdagangan global, kebijakan fiskal Amerika Serikat (AS) yang melonggar dan meningkatnya investasi dunia usaha. Pertumbuhan global tersebut akan disumbangkan dari pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang akan meningkat pada 2018. Produk Domestik Bruto (PDB) diproyeksikan meningkat menjadi 2,5 persen pada 2018 dari sebelumnya 2 persen. Ini didorong stimulus fikal yang lebih tinggi. Sementara itu, Inggris diproyeksikan tetap mencatatkan pertumbu...
Komentar
Posting Komentar